Cara Mengumpulkan Dana Darurat dan Tantangannya (Based on Story)

8:31 PM

 


Pusing pemasukan berhenti, tapi dapur harus tetap ngebul.

Bukan hal asing lagi ketika mendengar dana darurat. Seperti namanya, dana tersebut digunakan sebagai dana cadangan yang berfungsi saat genting, darurat, dadakan, dan lain-lain. 

Mengumpulkan dana darurat

Setiap bulan selama masih gajian memang rutin menabung dana darurat dan setelah financial check tahunan. Aku patut bersyukur karena dana daruratku dalam batas aman. 

Bisa dikatakan aman itu seperti apa? Tentu persepsi aman tiap orang berbeda. Mengapa demikian? Ya karena pengeluaran dan pemasukan tiap orang kan berbeda. Walaupun sebenarnya sering digaungkan 6 kali gaji, 12 gaji, atau 3-6 kali pengeluaran bulanan. Kalau aku patokannya pengeluaran dikali sekian bulan yang bisa dikira-kira cukup menghidupi kebutuhan sehari-hari.


Pentingnya dana darurat

Sebelumnya aku pernah membaca buku soal dana darurat dan pensiun. Sering mendengar webinar soal keuangan yang mengatur dana darurat, dulu sekadar teori doang. Dikasih contoh kasus ya gitu aja. Iya iya, tapi nggak dipahami dengan nyata karena emang nggak kejadian di aku. 

Nah akhir tahun 2020 jadi momen ooooh begini ya manfaatin dana darurat ketika sudah tak lagi bekerja. Rasanya cuma ngandelin uang tabungan atau dana darurat tanpa pemasukan. Kebayang kasus di-PHK tiba-tiba, kecelakaan, putus kontrak, lini bisnis kerja mengalami down-tren, sumber pemasukan terhenti tiba-tiba. Kalau nggak ada dana darurat, mau pakai uang apa buat makan? 🤗

Setelah mengalami fase menganggur, tapi dapur rumah tetap harus mengebul. Akhirnya mencoba beradaptasi, jadi mikir keras buat beli barang. Beneran butuh nggak ya? Ndilalah, setelah nganggur, pengeluaran di luar bulanan datang tak terduga. Jeng jeng jeng~

Memengaruhi psikologis 

Sempet stress dan kepikiran banget, duh uang tinggal segini buat bulan ini. Oiya fyi, setelah dapat gajian terakhir, aku jadi super hemat. Setelah kuhitung, pengeluaranku jadi sangat cekak untuk keseharian. 

Hanya saja hemat hanya di awal bulan, pada akhirnya ya You Only Live Once (YOLO). Setelah dipikir-pikir, ya kapan lagi ku menganggur bisa hahahihi ke mana-mana tanpa mikir harus cuti atau jam kerja🤣

Sebulan hura-hura, ada benarnya juga lhooo... Karena ternyata ada info Januari udah memasuki dunia baru😑 Berhentilah list-list keinginan membahagiakan diri sendiri... 


Tips menabung dana darurat. 

Buat kamu yang susah nabung, apalagi buat dana darurat. Pasti makin nggak kepikiran gimana saving-nya. Tenang guys, aku ada beberapa tips dan pengalaman yang cukup ngaruh. 

- Pisahkan rekening untuk transaksi sehari-hari dan dana darurat. 
Buat tipe orang yang akan berhenti belanja kalau uang habis, sebaiknya pisahkan rekening untuk dana darurat. Nah rekening itu digunakan untuk waktu-waktu genting aja. Kalau perlu nggak usah sering-sering bawa ATM-nya di dompet. Bikin obstacle atau tantangan yang susah buat ngambil uang dana darurat. Kalau banyak langkah dan tantangan, pasti udah mager duluan buat ambil. 

- Langsung setorin ke rekening dana darurat setelah gajian.
Nah buat kamu yang sulit nabung, sebaiknya setelah gajian langsung aja dah uang dipindahin ke rekening dana darurat. Besarannya berapa? Kamu kira-kira sendiri, bisa pakai persenan model 10 persen dari pemasukan. Atau langsung tembak nominal, misal bisanya Rp 100ribu dulu. It’s okayyy. 

Prinsip sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit masih berlaku kok. Cuma lamanya itu ya lama🙂  Makin gede kamu setor dana darurat, makin cepat terkumpul safety net-mu.

- Dana darurat beda dengan tabungan
Perlu ditekankan, dana darurat ini beda dengan tabungan ya. Bedanya gimana, vin?
Seperti namanya, dana darurat digunakan untuk darurat. Hal darurat ini tidak setiap bulan terjadi, kadang waktunya dadakan dan di luar kendali. Misal kecelakaan, masuk rumah sakit, tertimpa bencana, dan lain-lain. 

Nah kalau tabungan ini simpanan uang yang bisa digunakan untuk apa aja dan kapan aja. Misalnya ingin ganti gawai baru, ada tabungan trus dipakai buat beli. Ingin beli baju baru, ada tabungan bisa dipakai. 


- Dana darurat dulu apa menyelesaikan utang? 
Buat kasus yang punya utang memang nggak aku alami. Hanya saja aku pernah membaca, kalau punya utang tolong segera dilunasi. 

Kalau dalam financial planner, rasio utang sangat berpengaruh pada sehat atau tidaknya cash flow bulanan. Utang ini bisa membebani cash flow kalau porsinya besar. Oleh sebab itu lunasin dulu, kalau misal masih ada uang bisa dikelola untuk dana darurat. Balik lagi, Rp 100ribu aja nggak apa-apa pakai banget. Sewajarnya kalian aja. 


Semoga bermanfaat, yoook berusaha lebih nyaman dan nggak kepikiran soal uang. Biar hidup lebih tenang saat darurat. 

You Might Also Like

0 comments