Merintis Karier Sebagai Freelancer, Blog Pribadi Jadi Peluang Cuan

11:00 PM


"Pekerjaan paling asyik itu hobi yang dibayar," kata Ridwan Kamil. Ungkapan tersebut benar-benar berhubungan dengan keseharian. Bekerja sesuai ketertarikan akan lebih nyaman untuk dijalani. Jika bekerja dengan hati, tentunya segala hambatan dan tantangan bukanlah perkara yang sulit untuk dihadapi. 

Singkat cerita, tahun 2021 lalu aku melakukan perubahan besar dalam hidup. Salah satunya soal pekerjaan. Setelah banting stir profesi, rasanya aku tak ingin kehilangan jati diri. Aku masih ingin mengekspresikan kegemaranku, yakni menulis. Dengan landasan ketertarikan menulis, pada akhirnya aku mencoba tetap mencari celah untuk tetap 'waras'. 

Sejak bekerja dengan profesi sekarang, aku merasa sulit untuk beradaptasi. Aku merasa kehilangan diriku yang workaholic. pada tahun 2021, aku merasa tak punya harapan hidup. Namun dengan saran dari profesional bahwa aku harus mencari kegiatan yang membuatku senang, lalu aku memutuskan untuk mencari pekerjaan sampingan. Niatnya untuk menjaga diriku agar tetap waras dan memiliki alasan untuk hidup dan tetap sehat jiwa. Lalu aku putuskan untuk menjadi freelancer


Awal Mula Menjadi Freelancer

Sebenarnya sudah dari lama aku menjadi seorang freelancer di bidang kepenulisan. Merintis profesi sebagai freelancer bukanlah perkara mudah. Apalagi kalau kamu belum banyak dikenal orang. Oleh sebab itu, aku mencoba memperkenalkan diriku lewat tulisan-tulisanku. Niat awal untuk merekam perjalanan hidup lewat tulisan, lalu mulai ada ketertarikan untuk berbagi info dari pengalaman. Selanjutnya tentu saja ingin mendapatkan tambahan penghasilan dari hobi. 

Aku memulai pekerjaan sebagai penulis lepas sejak kuliah. Awalnya aku bergabung dengan unit kegiatan mahasiswa (UKM) jurnalistik. Dulu modal contoh tulisan lewat unggahan post di blog dan beberapa tulisan lomba. Modal tulisan di blogger.com, aku memberanikan diri mendaftar UKM Jurnalistik. Sampai akhirnya, aku punya beberapa contoh tulisan dan kemampuan menulisku terasah lewat pengalaman-pengalaman. 

Selama kuliah, aku mulai mendapat beberapa tawaran untuk menjadi reporter atau penulis di website lembaga atau buletin. Sampai akhirnya pengalaman makin banyak dan tak lupa terus menulis di blog. Dulu nama blogku pilipindi.blogspot.com. Kalau diingat, isinya masih kacau. Apa saja yang terjadi dan menarik menurutku, bakal kubagikan kepada khalayak. Sampai banyak orang mulai mengenalku dengan sebutan 'Pilipindi'. 

Tak sedikit orang yang mengenalku lewat tulisan. Awalnya malu, apalagi kalau mereka menyampaikan bahwa, "eeeeh Viiiin! Aku baca tulisanmu di blog." Rasanya campur aduk. Di satu sisi senang karena ada juga yang baca tulisanku, di sisi lain. Isinya curhat colongan gini kok pada mau baca ya. Karena antusias pembaca blog yang sering berdatangan lewat komen di postingan, hingga direct message di media sosial, hal itu memantik semangatku untuk terus menulis. 

Banyak teman atau kenalan menilai apa yang aku tulis adalah aku sebenarnya. Nggak cuma satu orang yang melontarkan kalimat, "aku baca blogmu itu berasa baca buku harianmu, Vin."

"Kamu terlihat seperti apa adanya di dunia nyata dan di blog."

Rasanya harus bangga atau malu ya? Memang aslinya aku nulis memang nggak ada unsur sembunyi atau kamuflase, kalau bilang bagus ya bagus. Kalau bilang jelek, ya jelek. Terima kasih kepada pembaca setia blog sampai tahu bagaimana karakteristik tulisanku. Padahal aslinya, aku nggak pernah menyadarinya. Thanks a lot, ya! Kalian bikin aku sadar :)

Dari blog yang awalnya curcol, perlahan mulai berbenah. Aku mencoba memberanikan diri untuk terus menulis dengan tema dan konsisten pada niche tertentu. Berani ikutan lomba blog, walaupun seringnya gagal. "It's okay, besok coba lagi." Setidaknya aku posting tulisan dan nantinya bakal jadi contoh karyaku atau portfolio tulisan. Niatnya memang ingin membangun branding dan memperbanyak tulisan. Niat tersebut dilakukan sampai sekarang. Pasalnya, aku ingin sekali punya pekerjaan di rumah yang fleksibel. Semoga kelak bisa dapat yang cocok.


Dari Blog Tugas Sekolah Jadi Website Lebih Profesional 

Udah cita-cita dari sejak kuliah, ingin memiliki blog dengan domain nama sendiri seperti sekarang (vindiasari.com). Pada akhirnya, baru terwujud saat tahun 2020 lalu. Dibantu temanku yang juga seorang blogger, aku berguru padanya. Ia membantu mencarikan Domain dan Hosting Murah untuk keperluan blog pribadiku. Akhirnya cita-cita memiliki website dengan nama pribadi terwujud. Rasanya jangan ditanya, senang sekali!!!!!!!!!!!

Buat kalian yang ingin mengikuti jejakku memiliki blog atau website pribadi, bisa banget kepoin Sahabat Hosting. Era digital seperti sekarang, tentunya memiliki website jadi bagian penting untuk branding atapun aset penting. Mengingat semua orang sudah fasih menggunakan gawai. Sekarang siapa sih yang nggak Googling untuk mencari jawaban atas pertanyaan pada aktivitas hari-hari. 


Bicara soal Googling, blog atau website ini sudah masuk laman pertama di Google. Berkat memiliki website pribadi yang telah berdomain dot com (.com), ketika kalian mengetik namaku (Vindiasari) di Google, maka hasilnya sungguh terharu~ Tentu saja halaman pertama di bagian paling atas adalah blog pribadiku. Yeay! Website-ku nampang nomor satu di halaman Google. Nah itu adalah salah satu manfaat dari memiliki website berdomain. 

Tanpa perlu beriklan, website ini bisa muncul di halaman pertama Google adalah sebuah anugerah. Pasalnya banyak digital marketing berupaya untuk merebut perhatian pengguna internet lewat promosi di halaman pertama laman pencarian. Nggak sedikit yang rela merogoh kocek dalam agar tulisan atau postingannya tampil di halaman pertama Google. (Ini for your information aja sih).

Sahabat Hosting adalah jawaban ketika kalian ingin memiliki aset digital berupa website. Sahabat Hosting menyediakan layanan untuk mengembangkan bisnis ataupun kebutuhanmu terkait eksistensi secara online. Ada layanan domain, hosting, dan lain-lain. 


Website Dengan Domain Menjadi Portfolio Online


Website sendiri bisa membantu kamu atau bisnismu semakin dikenal siapa pun tanpa adanya sekat wilayah atau regional. Bayangkan saja, era informatika seperti sekarang ini orang tinggal di ujung benua bisa mengakses website melalui gawainya. Sama halnya dengan pengalamanku. Secara tak langsung website pribadiku ini menjadi aset digital yang tak ternilai harganya. 

Jika sebelumnya, aku beberapa kali mendapatkan pekerjaan lepas lewat mendaftar di grup blogger. Dengan modal blog atau website pribadi, aku bisa mendapatkan tambahan penghasilan. Selain itu, menulis bisa menjadi salah satu aktivitas melepas penat dari pekerjaan harian. 

Aku juga beberapa kali mendapatkan tawaran dan project secara langsung. Mereka mengajakku bergabung karena melihat tulisanku di blog. Dengan pengalaman tersebut, aku menilai bahwa website pribadi sangat memberiku kesempatan dan peluang besar untuk semakin dikenal. Pasalnya, website pribadiku adalah portfolio online yang berisi tulisan. 

Siapa sangka blog yang awalnya untuk tugas TIK semasa SMP, kini bisa menjadi ladang cuan dan aset digital untuk profesiku sebagai penulis lepas alias freelancer. Nggak akan ada yang pernah menyangka bisa di titik seperti sekarang, apalagi aku tidak memasang target khusus untuk website pribadiku. Aku hanya ingin merekam perjalanan hidup sekaligus berbagi kepada orang lain. Cuan adalah bonus~ 

Setidaknya aku selalu haus untuk terus memperbaiki tampilan website vindiasari.com. Terus berupaya agar blog ini tetap eksis dan tak menjadi sarang laba-laba. Apalagi aku sering BM alias banyak mau. Blog atau website ini jadi saranaku memenuhi ke-BM-anku.  


Postingan ini diikutsertakan dalam lomba blog Sahabat Hosting '2Gether We Grow, Embracing the Distance'


You Might Also Like

1 comments

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete