Letters Project: Kepadamu yang Tak Kunjung Berakhir

11:52 PM

 

Kita akan selalu berteman sampai akhir hayat. Tidak ada kata sembuh.


Kepadamu yang tak akan pernah berakhir. 

Ternyata perjalanan menuju rasa tenang dan damai masih jauh dari harapan ya. Rasanya seperti berputar di labirin yang tak kunjung menemukan jalan akhir. Aku ingat kata salah satu psikolog ketika menanyakan perihal harapanku untuk sembuh dari kecemasan dan depresi. 
"Bukan sembuh, tapi pulih."
Mendengar pernyataan tersebut rasanya dalam hati benar-benar hilang kepercayaan. Aku tidak memiliki siapapun yang bisa membantuku, mendampingiku. Aku akan terus begini sampai nanti aku mengakhiri semuanya (secara sendiri atau takdir Tuhan). 

Padahal Tuhan tahu betul, katanya Tuhan tidak akan menguji kaumnya sesuai kemampuannya. Akan tetapi mau sampai kapan Tuhan? Rasanya lelah dan capek sekali. Setiap hari harus merasakan kehidupan yang jauh dari rasa tenang dan damai. 

Jangan bilang aku kurang berusaha. Sudah ada sekitar lima atau lebih klinik atau biro psikolog yang aku hubungi untuk meminta bantuan terkait kondisiku. Sudah kucoba mendekatkan diri pada Tuhan dengan beragam cara. Rasanya rasa nyaman dan tenang sangat sulit untuk dicapai. 


Rutinitasku tiap akhir pekan bukan untuk menyenangkan hati, melainkan terus berusaha menyembuhkan "luka" yang ternyata aku tidak bisa menyembuhkannya. Tidak seorang pun, kecuali Tuhan berkehendak untuk mengakhiri hidupku segera. 

Mau sampai kapan Tuhan? Udah hampir setahun aku begini :)

You Might Also Like

0 comments